HARIANEXPRESS – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran krusial anak sebagai cikal bakal peradaban bangsa, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) HSS, Suriani, menekankan urgensi pembangunan ekosistem yang aman, nyaman, dan suportif bagi tumbuh kembang anak.
Ekosistem Perlindungan Anak: Nyata dan Maya
Dalam amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI yang dibacakan oleh Wabup Suriani, tema HAN 2026, “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, menegaskan bahwa pemenuhan hak anak adalah bagian integral dari hak asasi manusia (HAM).
Pemerintah menyoroti beragam ancaman terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik dan psikologis, eksploitasi, hingga perkawinan usia dini. Ancaman baru yang tak kalah mengkhawatirkan datang dari ranah digital, seperti diskriminasi dan perundungan daring (*online bullying*).
Oleh karena itu, menciptakan ruang aman, baik di dunia nyata maupun di ruang siber, dianggap sebagai investasi strategis untuk keberlanjutan peradaban bangsa.
Keluarga sebagai Pilar Utama
Wabup Suriani menegaskan peran sentral keluarga sebagai institusi kebudayaan paling fundamental dalam melindungi anak.
Rumah diharapkan menjadi tempat pertama untuk menanamkan karakter, daya kritis, dan budi pekerti. Orang tua memiliki peran ganda sebagai pelindung dan navigator bagi anak di era globalisasi.
Ia juga mendorong orang tua untuk memotivasi anak menempuh pendidikan tinggi, termasuk sekolah kedinasan. Pendidikan berkualitas dan disiplin yang dilandasi kasih sayang dinilai penting untuk mencetak generasi intelektual yang akan mencerahkan daerah.
Peringatan HAN 2026 di HSS mengingatkan bahwa merawat anak sama dengan merawat masa depan bangsa. Keberhasilan menciptakan generasi penerus yang bermartabat sangat bergantung pada gotong royong seluruh pemangku kepentingan.


