Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Ziarah Sejarah Tandai Peringatan 702 Tahun Kabupaten Blitar, Lestarikan Memori Kolektif

Kabupaten Blitar merayakan Hari Jadi ke-702 dengan ziarah sejarah yang dipimpin Bupati Rijanto. Kegiatan ini menapak tilas pusara pendiri daerah dan pahlawan, bertujuan merawat ingatan kolektif dan menginspirasi generasi muda.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar mengawali peringatan Hari Jadi ke-702 dengan laku spiritual dan kultural berupa ziarah sejarah. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Bupati Blitar, Rijanto, pada Senin, 3 Agustus 2026, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai organisasi sosial-kemasyarakatan. Mereka menelusuri jejak masa lalu ke sejumlah situs penting, termasuk Makam Aryo Blitar, Petilasan Syekh Subakir, Makam Pangeranan, hingga pusara Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno. Ziarah ini menjadi bentuk refleksi perjalanan panjang peradaban dan upaya merawat memori kolektif masyarakat.

Makna Ziarah Sejarah dan Penghormatan Leluhur

Dalam kacamata humaniora, ziarah bukanlah ritus seremonial yang hampa makna. Kegiatan ini berfungsi sebagai medium transmisi nilai dan upaya merawat memori kolektif masyarakat.

Makam dan petilasan tidak dipandang sekadar sebagai monumen mati, melainkan sebagai teks sejarah yang terus dibaca dan dihidupkan oleh generasi ke generasi.

“Ziarah makam ini adalah bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah memberikan warisan sejarah, nilai perjuangan, dan keteladanan. Melalui laku ini, kami ingin mengingatkan generasi sekarang agar tidak mengalami amnesia sejarah dan melupakan jasa para pendahulu dalam membangun Blitar,” papar Bupati Rijanto.

Article ad in the middle of article

Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya kesadaran historis sebagai fondasi pembangunan. Tanpa akar budaya dan pemahaman masa lalu yang kuat, kemajuan fisik sebuah daerah berisiko kehilangan ruh dan identitas kulturalnya.

Merawat Jejak Nusantara

Langkah merawat ingatan kolektif ini tidak hanya terbatas pada tokoh-tokoh lokal. Mengonfirmasi keterikatan Blitar dengan narasi besar keindonesiaan, Pemerintah Kabupaten Blitar sebelumnya juga telah melakukan ziarah kebangsaan ke makam Presiden ke-2 Republik Indonesia, H.M. Soeharto, serta pahlawan nasional Pangeran Sambernyawa.

Rangkaian laku kultural ini menjadi simbol penghormatan komprehensif terhadap berbagai corak kepemimpinan yang pernah membentuk wajah Nusantara.

Menyongsong Puncak Tradisi Pisowanan Agung

Konsistensi Kabupaten Blitar dalam melestarikan kearifan lokal akan mencapai puncaknya pada pergelaran Pisowanan Agung. Tradisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026.

Tradisi Pisowanan Agung merupakan potret otentik relasi sosial antara pemimpin dan rakyatnya, yang dibingkai dalam kebersamaan dan nilai gotong royong. Pada perayaan ke-702 ini, pesan kebudayaan itu dikristalisasi melalui tema “Manggih Raharja Blitar Kuncara”. Ini adalah mantra sosial yang mengandung doa agar Blitar senantiasa menemukan keselamatan, kesejahteraan, dan kemasyhuran.

“Nilai perjuangan, kepemimpinan, dan pengabdian para pendahulu harus terus dijadikan mata air inspirasi. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kami optimistis Kabupaten Blitar akan semakin maju dan mampu mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warga demi Blitar yang semakin kawentar,” pungkas Rijanto.

Peringatan 702 tahun Kabupaten Blitar pada akhirnya adalah sebuah pengingat bahwa membangun peradaban masa depan yang unggul hanya mungkin dilakukan dengan pijakan yang kokoh pada kearifan dan sejarah masa lalunya.

Article ad after last paragraph