HARIANEXPRESS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Media Digital Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkolaborasi. Keduanya sepakat memperkuat literasi zakat di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), Kamis (30/7/2026).
Upaya ini dibahas dalam Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI di Kantor Pusat MUI, Jakarta. Workshop tersebut berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026.
Acara bertema “Penguatan Syiar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk Membangun Umat di Era Digital” ini menjadi wadah strategis. Tujuannya adalah menyusun strategi edukasi zakat agar lebih efektif menjangkau masyarakat melalui platform digital.
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi. Termasuk AI, untuk memperluas pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ZIS.
“Kolaborasi strategis antara Baznas RI dan Media Digital MUI ini sangat penting untuk memperkuat literasi zakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan,” ujar H. Idy Muzayyad (Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan).
Menurut Idy, sinergi tersebut memiliki tiga fokus utama. Fokus tersebut adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang zakat serta memperluas publikasi program-program zakat yang telah dijalankan.
Selain itu, sinergi ini juga mendorong pembahasan isu-isu aktual terkait zakat di ruang publik. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran media digital sebagai sarana edukasi.
Upaya tersebut juga untuk memperluas jangkauan informasi mengenai manfaat zakat kepada berbagai lapisan masyarakat.
“Sinergi ini kami harapkan mampu menghadirkan edukasi zakat yang jauh lebih luas, adaptif, serta mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di era modern,” katanya.
Kolaborasi antara Baznas dan Media Digital MUI ini menegaskan komitmen kedua lembaga. Tujuannya untuk memperkuat literasi zakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI secara maksimal.


